Posted by: yunisaputro | January 18, 2011

Eksistensi Sosiologi Konflik

Sosiologi muncul sebagai sosok ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dengan kajian tentang kehidupan manusia dalam masyarakat. Kemunculan ilmu sosiologi diperkirakan pada abad ke-19 di benua Eropa. Pemikiran terhadap masyarakat lambat laun mendapat bentuk sebagai suatu ilmu yang kemudian dinamakan sebagai sosiologi. Di Eropa, kelahiran sosioloi ditujukan untuk meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Berbeda dengan Eropa, di Amerika Serikat, ilmu sosiologi dihubungkan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan keadaan-keadaan sosial manusia dan sebagai suatu pendorong untuk menyelesaikan persoalan yang ditimbulkan dari penyakit-penyakit masyarakat.

Seorang Bapak sosiologi, Auguste Comte, berpendapat bahwa sosiologi merupakan filsafat tentang manusia dan filsafat pergaulan hidup. Konsep ini mencerminkan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menyoroti secara tajam tentang hubungan manusia, golongan, asal, ras dan kemajuannya serta bentuk kewajibannya. Pada abad ke-20 sosiologi mengalami perkembangan secara pesat. Hal ini karena masyarakat semakin terdesak oleh kebutuhan pengetahuan yang bertangunggjawab, manusiawi dan realistis dalam menjawab permasalahan hidup.

Berbincang tentang eksistensi sosiologi di kalangan masyarakat, tentunya dapat ditelusuri berbagai manfaat yang telah disumbangkan oleh sosiologi. Adapun manfaat dari sosiologi salah satunya merupakan sebagai ilmu yang mencoba menyikapi konflik-konflik  yang terjadi di kalangan masyarakat, terlepas dari nilai baik dan buruknya, melainkan usaha untuk menyoroti permasalahan dengan apa adanya.

Konflik merupakan unsur terpenting dalam kehidupan manusia, karena konflik sebenarnya memiliki beberapa fungsi positif. Menurut beberapa ahli, fungsi positif konflik tersebut meliputi:

a)    Konflik menjadi dinamika sejarah manusia (Karl Marx dan Ibnu Khaldun)

b)   Konflik menjadi entitas hubungan sosial (Max Weber dan Ralf Dahrendorf)

c)    Konflik adalah bagian dari proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (Maslow, John Burton dan Marshal Rosenberg)

Manusia merupakan homo conflictus, yaitu makhluk yang selalu terlibat dalam perbedaan, pertentangan dan persaingan baik sukarela ataupun terpaksa. Konflik yang dapat dikelola secara benar dan bijaksana, maka akan mendinamisasi proses sosial dan bersifat konstruktif bagi perubahan sosial masyarakat dan tidak menghadirkan kekerasan. Disinilah sosiologi berperan untuk menyikapi konflik-konflik yang terjadi. Adapun perspektif yang digunakan disebut dengan sosiologi konflik.

Sosiologi konflik memberikan analisis terhadap berbagai fenomena konflik dan kekerasan melalui tradisi ilmu sosiologi. Adanya sosiologi konflik diharapkan dapat memberikan pandangan analisis yang komprehensif mengenai dimensi konflik, sehingga bias diketahui skala, latar belakang dan arah perkembangan konflik. Kemudian hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan untuk member kejelasan bentuk penanganan seperti tata kelola konflik, pendidikan perdamaian, dan pembangunan perdamaian.

Contoh analisis kasus

Sosiologi digunakan untuk menyikapi konflik Ambon-Maluku yang disertai kekerasan pada tahun 1999-2002. Konflik ini dipicu oleh konflik interpersonal yang meluas menjadi konflik etnis dan religious. Konflik besar ini menghancurkan tatanan social, ekonomi dan politik Ambon- Maluku. Pada analisis kasus ini digunakan pendekatan konstruksi social yang berfokus pada analisis konteks, sumber dan pemetaan pihak berkonflik.

Sumber:

Susun, Novri.2009. Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana.

Abdulsyani.2002. Sosiologi Skematika, teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: