Posted by: yunisaputro | January 26, 2011

SISI SOSIOLOGIS TRANSPORTASI PUBLIK

Sejak dahulu manusia telah hidup berdampingan dengan alat transportasi. Mulai dari yang sederhana sampai dengan pada alat transportasi nan canggih. Awalnya manusia mengenal alat transportasi dengan tujuan untuk memudahkannya dalam menempuh jarak tujuan, mengingat belum sempurnanya akses jalan kala itu. Alat transportasi masa itu sangatlah sederhana. Masyarakat hanya menggunakan tenaga hewan, seperti kuda, onta, keledai, dan lain sebagainya. Dengan perkembangan peradabannya, manusia menemukan teknologi baru untuk yang pertama dalam dunia transportasi pada tahun 1790an. Sebuah sepeda sudah sangat dipandang istimewa oleh setiap sudut pola pikir masyarakat. Keberadaannya yang cukup mahal masa itu menyebabkan tidak semua orang mampu memilikinya. Hanya beberapa kaum bangsawan yang mampu memilikinya. Namun seiring dengan perkembangan jalan, sepeda elegan ini mampu dimiliki oleh setiap kalangan masyarakat. Terbukti hampir setiap perjalanannya, masyarakat menggunakan alat transportasi ini. sehingga orang-orang ini mampu mempercepat jarak tempuhnya.

Selain sepeda, dikenal pula alat transportasi sederhana lainnya seperti perahu bercadik, balon udara, dan lain-lain. Semua ini hanya menggunakan tenaga non mesin. Misalnya, perahu hanya digunakan menggunakan tenaga arus  air dan dayung. Balon udara menggunakan tenaga angin, dan api untuk balon udara tenaga uap api. Penggunaan alat transportasi ini tidak cukup dengan tenaga satu orang saja, melainkan banyak tenaga yang dibutuhkannya. Alhasil, secara tidak langsung akan meningkatkan intensitas interaksi manusia dalam bentuk kerjasama yang kompak demi mencapai satu tujuan, yaitu kelancaran transportasi.

Kemudian alat transportasi tersebut diikuti oleh kemunculan mesin bermotor. Artinya alat-alat transportasi  tersebut kini telah dikendalikan oleh tenaga mesin. Kemunculan tenaga mesin dimanfaatkan masyarakat untuk menciptakan kendaraan yang lebih canggih, sehingga semua kalangan masyarakat dapat menikmatinya. Perkembangannya menunjuk pada keberadaan alat transportasi umum yang telah manggunakan tenaga mesin. Kini masyarakat mampu menghemat waktu dan tenaganya dalam menempuh perjalanan. Kondisi lalu lintaspun semakin lancar. Mulai tak banyak lagi orang-orang yang menggunakan alat transportasi jadul itu.

Kelancaran lalu lintas tidak berlangsung lama sejak kemunculan secara besar-besaran kendaraan pribadi. Banayk industry yang memproduksi mobil, motor, dan lain sebagai demi menunjang kemudahan masyarakat dalam bertransportasi. Pada awalnya, untuk dapat memiliki kendaraan-kendaraan tersebut memang sangatlah sulit, dan mahal. Namun, seiring waktu, sekarang sangatlah mudah untuk mendapatkannya. Hanya dengan kartu identitas saja, seseorang telah dapat membawa pulang kendaraan mesin ini. Saking banyaknya kendaraan pribadi yang dapat menyediakan kenyamanan lebih dibandingkan dengan kendaraan umum ternyata berdampak buruk. Kemacetan menjadi musuh pertama dari kepadatan jumlah kendaraan pribadi. Kecelakaan lalu lintas mengikuti langkah kemacetan. Kemudahan-kemudahan yang tersedia sekarang, tak terkecuali yang berhubungan dengan surat ijin mengendari, disadari atau tidak, ternyata memiliki peluang sebagai factor penyebab kebrutalan dan kecelakaan lalu lintas. Orang-orang yang kurang paham akan lalu lintas,pada khususnya yang akan menjadi korban empuk.

Dari sudut sosiologi, keberadaan kendaraan umum dan pribadi dapat dikaji sebagai berikut:

A.  Kendaraan umum / public

1)      Memberikan peluang kepada penumpang untuk berinteraksi secara kontinyu

2)      Meningkatkan integrasi, karena merasa satu kepentingan dalam menggunakan kendaraan umum

3)      Terjadi kerjasama

4)      Dapat mengurangi kemacetan  dan polusi jika diatur dengan baik. (kelayakan operasi)

B.  Kendaraan pribadi

1)      Memberi pembatasan penumpang. Artinya hanya orang yang berkaitan yang dapat menggunakannya.

2)      Cenderung individual antara pengendara satu dan lainnya.

3)      Kurang terjadi kerjasama

4)      Manambah kemacetan

Meskipun demikian, setiap orang berhak untuk menentukan pilihannya. Tingkat kenyaman yang dijanjikan oleh kendaraan pribadi sering kali menjadi alas an utama orang menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini dapat terlihat jelas pada kenyataannya bahwa kendaraan public rawan sekali dengan tindak criminal. Hal ini terjadi mungkin karena factor X di luar sana yang kurang dapat dikoordinir. Sekarang pertanyaanya kembali kepada diri masing- masing individu, dengan tetap mempertimbangkan kebaikan dan keburukan yang akan mengikutinya.

naik angkot ato naik mobil sendiri ya??????????

By: Mba Yun,


Responses

  1. mbk…jogja juga tambah macet…solusinya mbk???

  2. kalau bepergian naik angkot aja ya…

  3. do ngepit ontel ae rat.hahah motormu dolen, trus go tuku pit rat.hahah pis


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: